Banner Ads 468x60

Cahaya dan Pencahayaan

Shooting adalah melukis dengan cahaya. Unsur cahaya berarti sangat penting dalam pembuatan film maupun acara televisi. Cahaya tidak selalu berurusan dengan lampu. Ada sumber cahaya lain selain dari sumber lampu.

Perlengkapan Produksi

Stasiun Televisi/Radio adalah :Tempat berbagai kegiatan dari Organisasi Penyiaran, mulai dari kegiatan perencanaan, pembuatan program, proses produksi, administrasi dan proses penyiaran.

Penulisan Naskah TV

Naskah Televisi Diperlukan Untuk :Memberi kemudahan dalam perencanaan produksi, penyuntingan, penyiaran dan pemanfaatan program

Teknik Penyutradaraan

Sutradara Televisi adalah:Sebutan bagi seseorang yang mempunyai profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Nondrama, dalam produksi single ataupun Multi Camera.

Tampilkan postingan dengan label Broadcast. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Broadcast. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

Program Dokumenter TV Part 2

PEMILIHAN SUBJEK dan PRESENTATOR, NARATOR, NARASI

         Ada kemungkinan tema dan subjek yang akan kita garap, juga akan di produksi oleh orang lain. Tentu hal ini akan membuat kita jadi ragu atau gusar, apakah kita akan tetap pada rencana semula dengan tema yang sudah diputuskan itu ?
        Untuk menetapkan apakah kita akan jalan terus atau membatalkannya, dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab, sebelum melangkah pada keputusan akhir.
  1. Apakah antara Tema, ide, dan subjek ada kecocokan ?
  2. Apakah ada usaha dan motivasi kuat untuk lebih mendalami subjek tersebut ?
  3. Apakah subjek tersebut memiliki arti penting yang mendasari pokok pemikiran, Apakah kita sudah memahami serta menguasai tema dan subjek tersebut secara mantap ? Tetapi bukan suatu pemahaman yang kaku atau dogmatis.
  4. Apakah kita memiliki ikatan emosi yang kuat dengan subjek tersebut ?, meskipun sebenarnya ada subjek lain yang secara praktis lebih mudah digarap.
  5. Hal-hal apakah yang luar biasa menariknya dari subjek dan tema tersebut
  6. Dimana hal-hal khusus, unik serta berkesan dari subjek tersebut ?
  7. Bagaimana pendalaman serta pembatasan yang dapat difokuskan, agar dokumenter ini menarik ?
  8. Apa yang dapat di presentasikan dari dokumenter ini ?
Pendekatan Terhadap Subject
          Bagaimana kita melakukan pendekatan (praproduksi terhadap subjek, itu akan terlihat pada saat kita melaksanakan (produksi/pengambilan gambar/wawancara). Kepuasan batin akan lebih terasa lagi ketika kita melakukan post-produksi, lalu berlanjut hingga presentasi nanti.
         Pendekatan yang masuk dalam bagian riset dan hunting, merupakan suatu langkah awal produksi, untuk menciptakan suatu komunikasi antar manusia. Suatu komunikasi antara tim produksi secara intern, serta komunikasi dengan subjek serta lingkungan terkait seperti birokrasi

Observasi dan Partisipan
         Suatu sistem penelitian pada suatu masyarakat dengan cara melakukan observasi partisipan. Dimana dilakukan suatu interaksi mendalam antara si peneliti dengan pihak yang diteliti. Metode penelitian dalam antropologi yang dinyatakan oleh tokoh antropolog B. Malinowski ialah, lebih lama kita bergaul dengan objek lebih banyak kita menyelami serta mengetahui apa yang tadinya tidak tampak.
         Selama melakukan partisipasi kita dapat senantiasa melakukan dialog baik formal maupun informal, untuk terus menggali informasi dari pengalaman subjek yang dapat menambah masukan bagi penulisan nanti. Disamping akan terus memperluas wawasan penilaian kita terhadap tema, serta subjeknya. Perpaduan pandangan objektif dari kita dengan pandangan subjektif dari pihak subjek, akan menjadi bahan olahan yang selalu baru dan berkembang.



Presentator, Narator dan Narasi
         Pada dokumenter ada tehnik bertutur yang umumnya menggunakan dua cara . Pertama, dengan menggunakan presentator, dan yang kedua hanya menggunakan narator saja. Pemilihan kedua tehnik ini juga berkaitan dengan biaya, serta tingkat kesulitan masing-masing.
        Menggunakan presentator biayanya lebih mahal ketimbang menggunakan narator. Karena seorang presentator disamping dituntut memiliki penampilan yang enak dilihat juga memiliki vokal yang bagus. Sedangkan narator hanya diperlukan vokal yang bagus

Casting

         Melakukan casting narator untuk dokumenter sama halnya denga melakukan casting artis pada film fiksi. Casting untuk film fiksi bertujuan memilih calon pemain utama, pembantu dan figuran. Sedangkan casting untuk dokumenter bertujuan memilih narator, yang vokalnya cocok dengan isi/tema dan gaya bertutur.
Ada 4 tipe vokal/suara narator:
Penyiar radio/tv memiliki pengalaman dalam mengenal jenis microphone. Khususnya penyiar profesional, memiliki vokal yang enak didengar, artikulasi jelas, ritme dan tempo pengucapan mantap.
MC atau seorang entertainer, meskipun penampilan serta vokalnya bagus, tetapi ada kemungkinan sulit menyesuaikan dengan gambar visual, terutama pada adegan-adegan yang dramatik.
Artis Film, biasanya mengetahui proses pengisian suara sound recording. Kemudian artis juga memahami unsur dramatik dari alur cerita.
Narator Amatir/awam, meskipun dari segi vokal dan pemahaman dramatik visual tidak memadai. Tetapi mereka kadang sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran realita dari adegan atau peristiwa yang ada.


Kriteria umum menyeleksi casting narator/komentator :

  • Memiliki kepekaan dramatik dan timing penentuan waktu.
  • Mampu menguasai dan menjiwai arti serta tujuan dari setiap kata/kalimat, didalam pengolahan pengucapannya.
  • Mampu memberikan aksi dan reaksi terhadap elemen/bagian dari visual.
  • Mampu menggunakan rasa untuk menerapkan unsur dramatik pada ucapannya, sesuai pemahamannya pada film. Sehingga antara narasi dan rangkaian visual terjadi harmonisasi serta saling menunjang.
  • Mampu memahami dengan cepat dan tepat, kapan narasi berfungsi sebagai penunjang, dan kapan sebagai informasi utama. Apabila kemampuan visual agak lemah dalam memberikan informasi pada penonton.
NARASI
         Beberapa hal yang bisa diperhatikan dalam penulisan narasi ialah : Seperti musik untuk ilustrasi film, narasi diberikan bukan sekedar untuk di dengar saja, tetapi untuk menunjang visual dalam menyampaikan informasi.
        Narasi berfungsi membantu menjelaskan informasi apabila gambar visual tak mampu. Kadang ada informasi yang harus di sampaikan, tetapi visual tak mampu memnuhinya. Misalnya mengenai : Where (dimana lokasi adegan), Who (siapa pelaku/tokohnya), When (kapan terjadinya) How (Bagaimana proses kejadiannya).
Tetapi disini ada ketentuan yang harus diperhatikan yaitu, kita harus bertanya dulu pada diri sendiri :

  • Apakah betul penonton mengharapkan penjelasan lebih terinci ?
  • Apakah perlu narasi diperpanjang demi tambahan penjelasan ?
Karena bila salah perhitungan akibatnya justru membosankan, bahkan dapat membingungkan penonton. 
  1. Narasi tidak boleh bersaing dengan gambar visual. 
  2. Narasi tidak boleh mengalihkan perhatian penonton dari gambar visual. 
  3. Narasi tidak boleh memberikan informasi, yang sudah diberikan gambar visual karena akan terjadi informasi ganda yang membosankan
Sifat Narasi dapat dibagi dalam 2 kriteria :
  1. Subjektif
  2. Objektif
Narasi Subjektif : Narasi berfungsi sebagai benang merah yang memonopoli, apa yang disampaikan oleh gambar visual.
Narasi Objektif : Walaupun narasi dapat menjadi benang merah penuturan, tetapi isi wawancara tidak dijadikan argumentasi dari apa yang diutarakan narasi.



KONSTRUKSI PENULISAN


Meskipun diakui bahwa ada perbedaan antara dokumenter dengan film fiksi tetapi dalam membangun aspek atau unsur dramatik, pada prinsipnya metode penyuguhannya hampir tidak berbeda.

“Dokumenter yang bagus, harusa memperlihatkan kekuatannya dalam membuat kehidupan sehari-hari
menjadi dramatik, serta masalah yang ada menjadi suatu puisi” demikian kata joh Grierson.
Pada prinsipnya ada 4 tahapan dalam penulisan :
  1. Menyusun Data (hasil riset/hunting) subject yang diperlukan.
  2. Menulis Sinopsis sebagai pencetusan ide dasar.
  3. Menulis Treatment sebagai rancangan cerita.
  4. Menulis Skenario setelah hasil riset diperiksa ulang untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
DATA (Riset)
        Dalam melaksanakan riset untuk pengumpulan data, dapat diperoleh dari data cetakan (referensi pustaka), fotofoto, film footage, video dokumentasi, serta wawancara. Pengumpulan serta analisa data yang masuk harus seakurat mungkin, agar apa yang dipaparkan tidak menyimpangan dari fakta atau realita, sera tidak menyimpang dari segi otentiknya.

SINOPSIS
         Merupakan tulisan ringkasan yang menjelaskan ide dasar, berdasarkan informasi yang diketahui, disamping dijelaskan pula tujuan utama dari masalah yang ingin diungkapkan.

TREATMENT
         Penulisan treatment untuk produksi dokumenter, memiliki fungsi penting. Terutama pada dokumenter sejarah, dimana harus ditulis secara kongkrit.

SKENARIO

         Secara umum menulis skenario dikenal 3 prinsip yang selalu dipakai, sebagai struktur penulisan :
Bagian awal, merupakan sketsa dari isi cerita, pengenalan para tokoh, waktu kejadian dan lokasi kejadian.
Bagian tengah, proses adanya konflik, serta ketegangan peristiwa.
Bagian akhir, penutup, konklusi, klimaks dan anti klimaks, happy ending atau tidak.

          Dalam membangun / menyusun cerita dapat dipakai 3 cara umum :
  • Secara Kronologis
  • Secara Tematis
  • Secara Dialektik
PEMERAN DAN NARASUMBER
          Didalam merancang atau menyusun penulisan skenario, peranan para tokoh/ narasumber perlu dijelaskan secara khusus. Subjek pemeran di dalam dokumenter memiliki peranan fungsional untuk mengetengahkan realita dari suatu peristiwa, dengan tujuan mengembangkan unsur dramatik di dalam konflik.

RELASI GAMBAR DENGAN TEKS
         Penempatan gambar visual yang tepat sesuai alur penuturan sebuah peristiwa, adalah tuntutan utama di dalam membuat film/televisi dokumenter. Dalam sebuah wawancara, jangan menampilkan gambar visual yang kurang mendukung isi wawancara atau komentar/narasi.

Sebuah gambar visual memiliki informasi tersendiri, sedangkan suatu rangkaian gambar visual mengisahkan ceritanya sendiri.

Jumat, 13 Agustus 2010

PERLENGKAPAN PRODUKSI PART 1

PENGERTIAN STASIUN
DAN
STUDIO TELEVISI / RADIO

Stasiun Televisi/Radio adalah :
Tempat berbagai kegiatan dari Organisasi Penyiaran, mulai dari kegiatan perencanaan, pembuatan program, proses produksi, administrasi dan proses penyiaran.

Studio Televisi/Radio adalah :
Tempat memproduksi paket siaran televisi/radio dan sekaligus tempat menyiarkan. Stasiun Televisi/radio dapat hanya memiliki satu studio. Dapat pula lebih dari satu, tergantung besar kecilnya stasiun televisi/radio dan kegunaannya.

Maka dapat disimpulkan bahwa studio televisi/radio hanyalah satu bagian saja dari stasiun televis/radio yaitu tempat untuk memproduksi paket siaran televisi/radio.
Di Indonesia (TVRI) pemancarnya masih terletak di dalam komplek Stasiun. Hal ini sebenarnya salah, kenapa ?
Karena daya magnet dari pemancar yang akan
mengurangi kualitas dokumentasi.

STUDIO TELEVISI
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan studio :
  • Ruang harus didesain untuk menempatkan kamera elektronik.
  • Biasanya stasiun televisi memiliki lebih dari satu studio dengan berbagai ukuran.
  • Lantai studio harus kuat dan rata untuk mempermudah gerakan kamera ke segala arah.
  • Ruang studio tidak boleh ada jendela agar sinar dari luar tidak masuk sehingga mengganggu sistem pencahayaan.
  • Sebagai pengaman, di depan pintu studio dilengkapi dengan lampu merah yang memberi tanda bila menyala, berarti di dalam studio baru dipakai untuk produksi atau rekaman.



PENGENALAN STUDIO TELEVISI
Gambar 1. Studio televisi nampak penataan lampu, studio monitor dan jendela kaca yang digunakan sebagai jendela pengmatan studio. (Millerson 1985
Gambar 1. Studio televisi nampak penataan lampu, studio monitor dan jendela
kaca yang digunakan sebagai jendela pengmatan studio. (Millerson 1985).




Gambar 2. Ruang produksi, nampak pengarah acara didampingi pembantu pengarah acara. Pengarah teknik dan penata suara. (Millerson 1985)Gambar 2. Ruang produksi, nampak pengarah acara didampingi pembantu
pengarah acara. Pengarah teknik dan penata suara. (Millerson 1985).


Gambar 3. Ruang produksi yang terdiri dari 3 bagian, ruang 1 untuk Pengarah Acara dan Pengarah Teknik. Ruang 2 untuk penata lampu dan penata gambar. Ruang 3 untuk penata suara.Gambar 3. Ruang produksi yang terdiri dari 3 bagian,
ruang 1 untuk Pengarah Acara dan Pengarah Teknik.
Ruang 2 untuk penata lampu dan penata gambar.
Ruang 3 untuk penata suara.


Studio Fixed Set Program Famous to FamousStudio Fixed Set Program Famous to Famous


MACAM-MACAM FUNGSI STUDIO RADIO


CONTINUTY STUDIO (Studio kesinambungan)
Studio ini gunanya untuk penyiar kesinambungan artinya dipakai sekalikaliuntuk penyampaian mata acara kepada pendengar, atau hanya untuk station call.

PRODUCTION STUDIO (Studio produksi)
Studio ini dipergunakan untuk memproduksi acara-acara yang akandisiatkan, jadi hanya untuk menyiarkan acara siaran atau dengan kata lain studio khusus untuk rekaman acara

BAGIAN BAGIAN DARI STUDIO

MULTYPURPOSE STUDIO (Studio serbaguna)
Studio ini gunanya untuk merekam apa saja, misalnya saja ada rekaman mendadak atau untuk wawancara dengan pejabat pemerintah.
Dapat juga apoabila studio siatran mendapat kerusakanmendadak, studio ini dapat dipergunakan.

DRAMA/RADIO PLAY STUDIO (Studio sandiwara)
Studio ini dipergunakan untuk merekam atau memproduksi sandiwara Radio, studio ini dilengkapi dengan alat0alat sound effect, misalnya saja batu kerikil, alat untuk menghasilkan suara angin dll.

Senin, 24 Mei 2010

PENULISAN NASKAH TV PART 1

ARTI PENTING PENTING NASKAH DALAM PRODUKSI

Naskah Televisi Diperlukan Untuk :
  • Memberi kemudahan dalam perencanaan produksi, penyuntingan, penyiaran dan pemanfaatan program
  • Menjadi medium berfikir kreatif
  • Menjadi sarana komunikasi kerabat produksi
  • Menjadi acuan penyusunan jadwal kegiatan
  • Menjadi acuan materi yang direkam
Dengan menyadari fungsi naskah tersebut maka jelaslah bahwa produksi program televisi tanpa naskah adalah suatu pemborosan yang tidak bisa ditolelir.
Adapun yang dimaksud dengan skenario adalah naskah televisi yang digunakan sebagai acuan utama. Selain itu, masih ada berbagai jenis naskah lain dengan fungsi yang berlainan dalam sebuah kegiatan produksi program.

Penjelasan Ilustrasi :
  1. Produser program bertanggung jawab atas tersedianya skenario yang siap produksi. Maksudnya, skenario yang telah dikaji dari segi isi dan dari media serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
  2. Sutradara selaku pemimpin produksi program, kemudian melakukan telaah skenario dan melakukan pemilahan atas bagian atau adegan. Dengan mekanisasi skenario (mechanizing) sesuai dengan metode dan teknik serta pembiayaan produksi maka skenario tersebut telah menjadi naskah produksi (production script)
SYARAT PENULISAN NASKAH
PERAN & TANGGUNG JAWAB PROGRAM TV

7 Syarat Penulis Naskah :
  1. Penguasaan bahasa & cara menulisnya
  2. Kaya Kosa Kata
  3. Memiliki akar dan wawasan
  4. Kepekaan terhadap lingkungan
  5. Memompa & mengolah daya imajinasi
  6. Konsentrasi Disiplin



Peran & Tanggung Jawab
Penulis NaskahDalam Sebuah Program

Peran dan Tanggung Jawab Sebuah Skenario
  • Suatu skenario sudah bisa disebut baik, jika memenuhi kriteria fungsional. Lebih bagus lagi jika sekaligus memenuhi kriteria substansial.
  • Skenario dengan kriteria fungsional dalam arti sebuah skenario dapat menjadi blueprint dan pegangan bagi para kreator dalam membuat program televisi. Disini peran skenario dapat terlihat jelas bahwa tanpa memiliki dasar utuh sebuah karya, kreator program televisi akan kesulitan dalam melihat bayangan sebuah karya. Sebaliknya jika sebuah skenario lemah secara fungsional, maka skenario tersebut sama sekali tidak dapat dipergunakan.
    (Seno Gumira Ajidarma, Layar Kata : Menengok 20 skenario Pemenang Citra Festival Film Indonesia 1973-1992, Jakarta : Yayasan Bentang Budaya, 2000. hlm.13)
  • Skenario dengan kriteria substansional berarti sebuah skenario yang dapat berdiri sendiri menjadi karya tekstual yang mandiri. Pada dasarnya skenario adalah sebuah karya tulis yang memang berbeda dengan karya tulis lainnya. Skenario sebagai karya tulis tidak hanya diperuntukkan untuk kreator saja, namun sebenarnya skenario sendiri selain bersifat teknis, skenario juga mampu memberikan sebuah bayangan kepada setiap pembacanya mengenai isi dan makna yang berada didalamnya, sama halnya seperti karya tulis lainnya seperti novel, cerpen, roman, puisi, prosa,dsb.
  • Kedua teori tersebut menjadi standar dasar bagi sebuah skenario agar menjadi karya tulis yang mandiri dan berguna bagi setiap orang.
9 TAHAP SISTEMATIKA PENULISAN
  1. Apa latar belakang project anda ?
  2. Apa yang menjadi tujuan program ini ditayangkan ?
  3. Deskripsikan Spesifikasi Program anda! Judul Program :
    • Format : (Talk Show, Magazine, dll ?)
    • Durasi : 24 Menit , 48 Menit (exclude CB)
    • Tema Program :
    • Teknik Penyajian : Live/Tapping/Live Tapping
    • Waktu Penayangan : Hari, jam?
    • TV Station : RCTI/Metro/dll ??
    • Target Penonton :
    a. Usia : ??
    b. Jenis Kelamin : ??
    c. SES : A/B/C/D ??
  4. Apakah yang menjadi IDE DASAR program ini ?
  5. Sebutkan TEMA
  6. Buatlah Sinopsis agar orang lain mengerti secara singkat program ini !
    (Synopsis atau ringkasan cerita biasanya berupa inti sari dari isi program yang akan disusun skenarionya. Setelah mempunyai rumusan garis besar materi biasanya dengan mudah akan muncul dalam diri anda suatu garis besar jalan cerita)
  7. Bagaimana anda mengeksekusi tiap segmen program anda ?
    Buatlah Treatment
    (Treatment adalah sebuah uraian mengenai segala segala urutan kejadian yang akan tampak di layar televisi. Dari sebuah treatment orang bisa membayangkan apa saja yang akan terlihat di layar. Uraian tersebut bersifat naratif tanpa menggunakan istilah teknis, seperti ketika seseorang menceritakan kembali pertunjukan yang baru saja dinikmati)
  8. Buatlah Rundown
    Susunan isi dan alur cerita dari program televise yang dibatasi oleh durasi, jeda komersil, segmentasi dan bahasa naskah
  9. Detilkan dalam bentuk SCRIPT – agar pengisi acara dapat memahami perannya dan berlatih sebelum shooting.
GLOSSARY
  • Insert : Gambar-gambar atau informasi yang diperlukan.
  • Lifestyle : Cara hidup atau gaya hidup yang ditampakkan pada perilaku dan nilai individu seseorang ataupun grup.
  • On the spot : Posisi didalam lokasi yang sudah direncanakan.
  • Performance : Tampil dengan segala persiapannya.
  • Rating : Penempatan rangking atau tingkatan tertentu sebuah program televisi atau media lainnya melalui polling perkiraan dari pemirsanya.
  • Rundown : Susunan isi dan alur cerita dari program televise yang dibatasi oleh durasi, jeda komersil, segmentasi dan bahasa naskah.
  • Teaser : Cuplikan dari adegan atau isi segmen yang akan ditayangkan.
  • Talent : Orang yang berpartisipasi dalam memainkan sebuah program.
  • Testimonial : Pengakuan atau penuturan dari seseorang

Jumat, 26 Maret 2010

Anouncing Part 1

SEJARAH ANNOUNCING

1. Perkembangan
Kata dasar ‘Announce” dalam bahasa Latin berasal dari kata “ad annuntiare” (mengumumkan). Sementara kata dasar dari kata ad annuntiare adalah ‘nuntius’ yang berarti pembawa pesan.

Pada abad 20, perkembangan dunia kepenyiaran semakin luas. Semula fungsi dari seorang penyiar hanya satu saja yaitu sebagai orang yang memberitakan sesuatu, sekarang seorang penyiar harus bisa berkomunikasikan lewat media elektronik dengan segala bentuk komunikasi yang ada bahakan


2. Bentuk-Bentuk Tantangan yang Dihadapi
Kemampuan seorang penyiar hanya bisa terus dilatih dengan kemampuan intelektual yang baik. Seorang penyiar harus mempersiapkan diri untuk selalu mengerti dengan apa yang sedang terjadi disekelilingnya, baik itu nasional maupun internasional.


3. Sikap Seorang Penyiar
* Percaya Diri
* Tidak Demam Mic
* Bertanggung jawab

Menghindari Demam Mic
* Seorang penyiar tidak boleh terlalu percaya diri
* Duduk dengan posisi yang baik
* Posisi duduk yang relax
* Banyak berlatih bicara didepan



Tanggung jawab Penyiar
  • Mempunyai kewajiban terhadap pemilik stasiun radio, manajemen, pendengar dan kepada para pemegang saham serta yang tak kalah pentingnya adalah para pemasang iklan dan mereka sendiri
  • Penyiar harus dapat memberikan apa yang harus mereka sampaikan dengan antusias dan penuh keyakinan.
  • Penyiar harus dapat menjaga semua perangkat siarnya
  • Penyiar harus dapat menyuguhkan segala informasi dan hiburan dengan sikap positif

TEKNIK ANOUNCING

ENAM KUNCI UTAMA TEKNIK PENGUTARAAN
P = PHRASING

A = ARTICULATION

S = SPEED

S = STRESSING

I = INTONATION

P = PAUSE



PHRASING

· Pembagian / pemenggalan kata dalam sebuah kalimat.

· Tujuan : mempermudah pendengar menerima pesan dengan jelas, tepat, tanpa keraguan.

Contoh :

· Kucing makan ikan mati

· Pegawai baru masuk kantor baru mulai jam 10.00 pagi.

· Selamat malam pendengar RRI Jakarta hari ini memasuki usianya yang ke 55 tahun.


ARTIKULASI

Kejelasan pengucapan huruf, suku kata ataupun kata

HURUF (Konsonan / Vokal)
Misal :

o Varia & Paria

o Fakta & Pakta

o Indonesia : Endonesya / Endoneisya

SUKU KATA
Misal :

o Telah & tengah

o Malam & malang

  • KATA

Misal :

o Debirokratisasi

o Kesejahteraan

o Keleluasaan


SPEED

Kecepatan ujaran

• Panduan : (110 – 130) kata per menit.

Yang perlu diperhatikan :

• Lambat Monoton

• Cepat Tidak peuli, tidak tertarik/tidak paham pada apa yang disampaikan


STRESSING
* Memberi tekanan pada kata-kata yang dimaksud

Contoh :

o Pak Mulya telah menulis tiga buah buku pelajaran fisika

* Memperlambat penucapan kata yang dimaksud.

Contoh :

o Anehnya ketika bentrokan itu terjadi, aparat keamanan justru meninggalkan tempat tersebut

* Memperlama pause sebelum dan sesudah kata tersebut diucapkan

Contoh :

o Setelah dia pergi, baru saya merasa.......betul-betul....... kehilangan


INTONASI
Tinggi rendah, irama, lagu kalimat.

• Menghindari monoton, kejenuhan,

mempermudah pengertian.

Panduan :

1. Gaya berbicara sehari-hari yang wajar.

2. Sesuaikan dengan konteks kalimat.
CATATAN
Dalam praktek teknik pengutaraan antara stressing dan intonasi tidak dapat dipisahkan / saling berpengaruh membentuk gaya (ciri – khas) penyampaian.


PAUSE
Istirahat sejenak
Presenter :
• Ambil Nafas.
• Melirik baris berikut.
Pendengar :
Memperoleh kesempatan untuk memahami apa yang disampaikan, terutama dalam kalimat - kalimat panjang.

Jumat, 05 Maret 2010

TEKNIK PENYUTRADARAN PART 1

PENGERTIAN SUTRADARA TELEVISI

Sutradara Televisi adalah:
Sebutan bagi seseorang yang mempunyai profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Nondrama, dalam produksi single ataupun Multi Camera. (Naratama : 2004)

Perbedaan Sutradara dan Pengarah PengarahAcara Acara
Director (Sutradara), seorang yang bertanggung jawab terhadap kualitas gambar (film) yang tampak di layar dimana di
dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, penampilan pemeran, kredibilitas dan kontinuitas cerita yang disertai elemen-elemen dramatik pada produksinya
Pengarah Acara Televisi (Program Directing) Adalah seseorang yang mempunyi profesi untuk bertanggung jawab terhadap kreativitas dan kualitas gambar yang tampak di layar di mana di dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, mempelajari dan meliput jalannya acara, dan memimpin kerabat kerja berbagai bidang televisi seperti penata kamera, penata lampu, penata audio dan lain-lain, hingga menjadi tontonan yang berbobot dan dapat dinikmati
Perbedaan antara sutradara televisi dan pengarah acara televisi tidak terlalu banyak, keduanya membutuhkan kemampuan atas kontrol masalah-masalah teknik sinematik, pengemasan karya artistik visual yang tinggi, terutama untuk sudut-sudut kamera pengambilan gambar yang artistik.

Perbedaan Job description antara Sutradara dan PengarahAcara:
Seorang sutradara berperan melakukan penciptaan karya seni audio visual, sedangkan seorang pengarah acara televisi berperan melakukan liputan audio visual atas momentumsebuah acara.
Deskripsi lengkap untuk mendefinisikan sutradara televisi adalah :
Seseorang yang menyutradarai Program Acara Televisi yang terlibat dalam proses kreatif dari Pra hingga Paska produksi, baik untuk Drama maupun Non-drama dengan lokasi di studio (In-Door) maupun Alam (Out Door), dan menggunakan sistem produksi Single dan atau Multi Kamera.

KOMBINASI ANTARA SUTRADARA PENTAS dan PENGARAH ACARA

PERAN dan TANGGUNG JAWAB

Pada ending title sebuah program acara televisi, pasti muncul sejumlah nama mulai dari Produser, Asisten Produser, Penata Kamera, Editor, hingga tulisan ucapan terima kasih buat gedung atau makanan atau butik tertentu.
Peran dan tanggung jawab seorang sutradara televisi sangat kompleks.
  1. Sutradara sebagai pemimpin
  2. Sutradara sebagai seniman
  3. Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran televisi
  4. Sutradara sebagai penasehat teknik
  • Sutradara sebagai pemimpin
Jiwa kepemimpinan ! Itulah modal utama seorang sutradara. Tanpa leadership, Anda tidak pernah bisa menciptakan karya seni sesuai yang anda inginkan.
Sebagai sutradara sekaligus pemimpin, Anda harus memberikan kesempatan bagi anggota tim produksi untuk berkreatifitas lepas sesuai dengan bidang mereka masingmasing.
Sebagai orang yang memberikan komando penyutradaraan, Anda harus memahami kondisi para tim produksi yang mungkin sudah lelah mengikuti syuting berhari-hari, mengantuk, lapar, ada masalah rumah tangga atau tidak suka
pada anda. Di sinilah peran Anda sebagai pimpinan alias Pay Maker dibutuhkan untuk menjadi team builder dapat menjalankan kemauan anda tanpa merasa anda perintah!
  • Sutradara sebagai seniman
Sebagai kreator yang bertanggung jawab terhadap karya akhir tayangan visual, seorang dituntut untuk menjadi seorang seniman yang menpunyai cita rasa tinggi tentang suatu nilai kesenian dan kebudayaan.
Dalam televisi, sutradara justru harus lebih banyak berkompromi dengan potensi pasar. Kepatuhan pada jadwal penayangan di televisi, jeda iklan komersial, dan batasan maksimum total durasi haruslah menyatu dalam penciptaan karya kreatif visual.
Caramelatih apresiasi seni televisi dalam diri :
  • Tonton acara televisi sebanyak-banyaknya.
  • Jangan pernah memilih saluran televisi.
  • Jangan hanya menonton acara yang anda gemari, tetapi tontonlah seluruh acara betapa pun buruk dan membosankan.
Pahamilah bahwa seburuk-buruknya acara, tetaplah merupakan karya visual kreatif terbaik dari sang sutradara.
  • Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran televisi
Sebagai sutradara televisi televisi, anda juga dituntut untuk menjadi pengamat yang mengerti kondisi dan
kebutuhan dari stasiun televisi televisi, sponsor, dan penonton penonton.Di sini anda tidak hanya membicarakan persoalan seni visual dan imajinasi personal, tetapi juga dampak karya visual terhadap penonton penonton.
Anda harus kreatif mencari keseimbangan antara idealisme dan kebutuhan komersial
Beberapa trik yang dilakukan sutradara untukmendongkrak rating:
  • Mengubah rundown format acara,
  • Memperkaya artistik set panggung,
  • Mereposisi pembawa acara,
  • Mengajukan usulan penjadwalan penayangan televisi.
Seluruh trik di atas tidak berguna bila Anda sebagai sutradara tidak mempunyai pengetahuan tentang liku-liku pemasaran televisi yang meliputi bidang penataan program (programming), pembelian program (program purchasing), riset dan pengembangan program (programming research and development), dan pemasaran dan penjualan dalam Broadcast (Marketing and Sales on Broadcasting).
Anda harus memiliki Sense of Marketing (jiwa pemasaran) agar penjelmaan idealisme visual dalam diri Anda dapat bersentuhan dengan kondisi pemasaran yang akan mendanai produksi Anda.

Rabu, 05 Agustus 2009

Produksi Berita Part 1

MEMILIH PERISTIWA SEBAGAI BERITA
Dalam memproduksi siaran berita perlu dipahami dulu apa itu nilai berita (news value). Sebab jangan sampai pemirsa disuguhi dengan beritayang sama sekali tidak bermanfaat sebagai informasi.
Jangan merasa peristiwa apapun yang terjadi lantas bisa dijadikan bahan untuk memproduksi berita. Sebagai tim liputan alngkah baiknya bila menempatkan diri sebagai pemirsa di rumah, Hal ini perlu untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan mereka.Intinya: harus menelaah dan mengkaji dulu peristiwa atau kejadian apa yang patut dijadikan sebagai berita.

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam seharinya, namun tidak mungkin semua peristiwa tersebut dibuat beritanya dan ditayangkan. Terlebih televisi dimana tempat kita bekerja bukanlah televisi berita. Bahkan televisi berita (ex: metro TV) tidak mampu memuat semua peristiwa yang terjadi dalam sehari.

Dengan demikian tim liputan akan menghadapi suatu masalah, yakni memilih peristiwa mana yang laiak diangkat sebagai berita dari begitu banyak peristiwa yang ada. Jadi problem utamanya adalah memilih. Ternyata pekerjaan memilih peristiwa mana yang laiak diangkat sebagai berita bukanlah hal yang mudah.


Dalam dapur redaksi berita, pekerjan memilih peristiwa mana yang akan diangkat sebagai berita ditentukan oleh rapat redaksi. Lalu timbul pertanyaan : Kenapa harus memilih ? Karena hal ini terkait dengan
  1. apa yang menjadi kebutuhan pemirsa
  2. dan yang tidak kalah pentinya yaitu keterbatasan SDM dan keterbatasan biaya.
  3. Serta masalah durasi.
Tentunya keputusan rapat redaksi ini sedikit banyak ditentukan oleh apa yang disebut dengan kebijakan redaksional (satu dengan yang lainnya berbeda). Setiap berita yang ditayangkan merupakan hasil dari keputusan rapat redaksi. Lalu bilamana rapat redaksi diadakan ??

Redaksi Berita
Stasiun TV memiliki redaksi berita dan tim liputan sebagai bagian dari struktur organisasi stasiun televisi. Namun bagian pemberitaan sebagai salah satu unit dalam perusahaan televisi, memiliki struktur dan sifat yang tidak sama dengan bagian lain. Perbedaan ini terletak dari pola kerja redaksi.

Struktur organisasi bagian pemberitaan stasiun televisi, biasanya terdiri dari sejumlah jabatan secara garis besar dimulai dari:
  1. Direktur pemberitaan,direktur pemberitaan yang baikadalah seseorang yang independen. Bahkan ia harus independen dari pemilik stasiun TV. Sebab untuk melaporkan berita secara akurat dan adil, redaksi pemberitaan terlebih direktur pemberitaan harus bebas dari tekanan apapun.
  2. Executive produser, ia bertanggung jawab akan penampilan jangka panjang program berita secara keseluruhan.Ia memikirkan setting, tampilan berita, gaya pembukaan dan penutupan program berita.
  3. Poduser, biasanya stasiun TV mempunyai tiga hingga empat program berita dalam sehari. Masing-masing program tersebut dipimpin oleh satu atau beberapa. produser. Ia akan memutuskan berita-berita apa saja yang akan disiarkan, durasinya, format aapa yang dipakai (paket, reader, inetractive dll)
  4. Kordinator liputan, Mengkoordinasikan tim liputan. Menunjuk reporter dan jurukamera mana yang akan meliput.
  5. Reporter, melakukan kegiatan reportase. Observasi, melobi narasumber, wawancara, membuat naskah berita
  6. Juru kamera, mengambil gambar dan memastikannya semua shoot yang dibutuhkan untuk keperluan berita telah direkam.

Kebijakan Redaksioanal
Kebijakan redaksional adalah suatau aturan yang dibuatoleh redaksi yang bersangkutan terkait dengan :
  1. Visi dan misi redaksi
  2. Cara teknis / manajemen redaksi saat melakukan pekerjaan peliputan.
Tentunya kedua hal ini akan mewarnai isi berita serta sistem kerja redaksi. Perlu diperhatikan bahwa setiap dapur redaksi (bila TV dibaca stasiun TV) mempunyai kebijakan redaksional yang berbeda-beda. Tidak ada satupun yang mempunyai kebijakan redaksioanal yang sama

FAKTA, SUMBER BERITA

FAKTA
Perlu dingat dan dicamkan bahwa setiap peristiwa yang akan diangkat menjadi berita, haruslah merupakan fakta yang sebenarnya terjadi.
Dengan pemahaman bahwa :
  1. Memberitakan apa adanya sesuai dengan apa yang terjadi.
  2. Tidak memelintir fakta yang ada.
  3. Peristiwa tersebut tidaklah dikreasikan / direkayasa
  4. Membuat berita bukan atas pesanan orang lain.
Sebab bila kita melakukan salah satu dari point tersebut berarti telah membohongi publik serta melakukan pelanggaran hukum dan kode etik jurnalistik.
Ingat apapun yang ditayangkan di media massa (termasuk berita di TV) mempunyai dampak. Dan pelaku dunia broadcast mempunyai tanggung jawab akan hal tersebut.

Sumber Berita
Pemahaman mengenai sumber berita adalah peristiwa atau pendapat yang dijadikan bahan untuk berita. Dalam hal ini b ia berarti peristiwa dan manusia.
Sumber berita pada dasaranya dibedakan menjadi tiga:
  1. Sumber berita peristiwa / kejadian
  2. Sumber berita pendapat (manusia)
  3. Sumber berita yang merupakan perpaduan antara peristiwa dan pendapat
Jangan berasumsi bahwa pemirsa hanya tertarik pada politik.
Banyak yang tidak! Mereka ingin tahu semua masalah yang berpengaruh pada hidup mereka. Mereka memerlukan menu yang beragam dan diet yang seimbang. Berita harus merefleksikan kehidupan nyata. Ada banyak kejadian di komunitas selain konflik, kejahatan, korupsi atau kontroversi. Harus ada pencampuran yang pas.

Keadaan darurat, keadaan ini menciptakan drama dan emosi. Gempa bumi, perang, kerusuhan, kejahatan (kekerasan), kebakaran atau kecelakaan memperlihatkan bahaya atau petualangan dan akan menangkap perhatian serta kekhawatiran pemirsa.

REDAKSI BERITA dan RAPAT REDAKSI

Rapat Redaksi
Produser, reporter dan koordinatior liputan (korlip) harus melakukan rapat redaksi setiap hari. Stasiun televisi yang memiliki program berita tiga atau empat kali dalam sehari, biasanya mengadakan rapat minimal tiga kali sehari. Rapat biasanya diadakan pada pagi, siang dan malam hari setelah program berita petang usai ditayangkan. Pada rapat pagiatau siang, dibahas berbagai liputan yang telah diperoleh dan beberapa liputan lainnya yang masih harus dikejar

Dalam forum rapat redaksi ini biasanya dijadikan arena perang gagasan serta evaluasi. Karena masing-masing anggota rapat seperti produser, korlip dan para reporter, serta produser lapangan (jika live) wajib menyumbangkan ide / gagasan unutk rencana materi liputan.

Jika perlu dalam rapat ini satu sama lain harus mempertahankan ide / gagasannya. Seorang produser yang baik adalah seorang pendengan yang baik, dia menyadari bahwa ide liputan tidak selalu datang dari dirinya dan korlip.

Rapat akan memberikan peristiwa atau acara apa saja yang perlu diliput, liputan apa yang akan menjadi berota utama untuk hari it, siapa reporter dan juru kamera yang akan meliput dan berbagai hal lainnya.

Dalam rapat, produser acara akan mengemukakan perkiraan rundown berita yang akan dibuatnya, berdasarkan berita-berita yang telah diperoleh ataupun yang masih harus dikejar. Rundown ini bersifat fleksibel dan dapat berubah-ubah tergantung dari perkembangan peristiwa yang terjadi hari itu.

Tidak menutup kemungkinan rundown awal saat dibentuk dalam rapat redaksi berubah menjelang tayang. (akibat perkembangan peristiwa).
Berikut contoh jadwal rapat redaksi: (gambaran)
  1. Pukul 7.30 , pertemuan pertama yang bisa disebut editorial meeting. Koorlip memberitahu tim liputan mengenai peristiwa atau acara apa saja yang perlu diliput hari itu dan siapa saja yang ditugaskan untuk meliputnya.Dalam perkembangan kemudian, penugasan yang diberikan bukanlah sesuatau yang kaku. Sebab bisa saja suatau penugasan berubah, satu tim liputan ditugaskan untuk meliput peristiwa lain, sementara tugasnya digantikan orang lain atau mungkin dibatalkan.
  2. Pukul 13.00, Dalam rapat ini produser yang bertanggung jawab akan berita petang telah mendapat perkembangan terbaru dari peristiwa yang terjadi di pagi hari. Dengan demikian mereka pun siap menerjunkan tim liputannya.
  3. Rapat petang. Dalam rapat ini mengevaluasi semua berita yang telah ditayangkan. Yaitu berupa:
  1. Isi / content beritra
  2. Gambar / visualisasi / ilustrasi yang mendukung content berita.
Dalam hal ini peserta rapat akan saling membagi saran dan kritik.

Selasa, 04 Agustus 2009

Sosiologi Komunikasi PART 1

Pengertian Sosiologi Komunikasi
Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti masyarakat, dan kata Logos yang berarti ilmu. Dalam kamus, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat.
Ilmu Sosiologi muncul bersamaan dengan ilmu psikologi pada abad 19, dimana ilmu sosiologi merupakan perkembangan dari ilmu filsafat sosial. Filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan. Istilah sosiologi dipopulerkan oleh Hebert Spencer lewat bukunya berjudul Principles of Sociology.
Sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan, yang ciri-ciri utamanya adalah :
  1. Bersifat empiris
  2. Sosiologi bersifat kumulatif
  3. Bersifat non etis

Sosiologi Komunikasi
Sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang di susun secara sistematis berdasarkan analisis berfikir logis.
Sosiologi mempelajari komunikasi dalam konteks interaksi sosial dalam masyarakat, baik yang berhubungan dengan media secara langsung dan tidak langsung.
Colin cherry(1964) mendefinisikan komunikasi sebagai usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda, memiliki serangkaian peraturan bersama untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan
Tujuan dari sosiologi komunikasi adalah dapat mengetahui pengaruh faktor sosial dalam komunikasi serta dapat memahami keadaan sosiologi yang timbul dalam komunikasi.

Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup kajian sosiologi komunikasi adalah gejala, pengaruh dan masalah sosial yang disebabkan
oleh komunikasi.
Dalam pokok bahasan telah ditegaskan pada ruang lingkup kajian SosKom, yaitu pengaruh atau akibat-akibat sosial yang terjadi atau ditimbulkan oleh komunikasi.
Dalam hal ini yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana masalah sosial itu terjadi. Aspek komunikasi apa atau yang bagaimana yang menyebabkan timbulnya masalah tersebut.
Dan dalam bahasan mata kuliah sosiologi komunikasi ini akan difokuskan pada sosiologi komunikasi massa.
Pada dasarnya antara penelitian dibidang komunikasi dengan soskom tidak mempunyai hubungan yang langsung. Akan tetapi penelitian dibidang komunikasi mempunyai kecenderungan untuk melakukan penelitian
tentang :
  1. Struktur, pusat perhatian, perilaku masyarakat yang menjadi sasaran komunikator, maksudnya bagaimana sesuatu peran itu disampaikan, ataupun apakah yang akan menjadi pusat perhatian penelitian tersebut.
  2. Efektifitas komunikasi massa, maksudnya sejauhmana pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh komunikasi massa.
  3. Efek-efek sosial dari komunikasi massa, maksudnya bagaimanakah pengaruh sosial dari komunikasi massa. Dan inilah sebenarnya yang menjadi salah satu bidang kajian sosiologi komunikasi massa.

Dengan memperhatikan lingkup kajian soskom tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa komunikasi dengan media massa mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu, disamping itu berbagai aspek komunikasi lainnya dapat pula menimbulkan akibat-akibat atau pengaruh sosial lainnya, misalnya, sistem komunikasi dapat menimbulkan pengaruh sosiologis, unsur-unsur komunikasi dapat menimbulkan pengaruh sosiologis dsb.

Gejala-gejala sosiologis yang terbentuk Dalam berbagai kemungkinan sbb:
  1. Suatu sistem komunikasi massa dapat menimbulkan pengaruh terhadap masyarakatnya, maksudnya, suatu sistem akan menentukan bagaimanan suatu kegiatan itu akan dilaksanakan, sehingga hal ini juga mengandung suatu penegrtian bahwa sistem komunikasi massa akan mempengaruhi masyarakatnya, misalnya : sistem komunikasi massa komunis mempunyai pengaruh tertentu kepada masyarakatnya.
  2. Sistem komunikasi massa dapat menyampingkan media komunikasi tradisional yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
  3. Sistem komunikasi massa merupakan sarana yang kuat dan luwes untuk menpengaruhi masyarakat sehingga suatu sistem komunikasi massa dapat menimbulkan pengaruh sosiologis yang kuat.
  4. Sistem komunikasi massa dapat menimbulkan sikap dan pandangan yang seragam terhadap gejala sosial tertentu, maksudnya, sistem tersebut dapat mempengaruhi penilaian masyarakat mengenai suatu masalah sosial tertentu yang ditimbulkan oleh media komunikasi massa.

KOMUNIKASI dan MASYARAKAT

Arti Penting Komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu kegiatan dasar manusia dalam proses sosial yang dijalaninya. Bisa dikatakan, komunikasi adalah mesin pendorong proses sosial yang memungkinkan terjadinya interaksi manusia dan menjadikan manusia sebagai makhluk sosial.
Thomas M. Scheidel mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir atau berperilaku seperti yang kita inginkan.
Tujuan dasar manusia berkomunikasi, menurut Scheidel, adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis.

Komunikasi Sosial
Komunikasi bersifat sangat signifikan dalam membangun kehidupan sosial. Komunikasi memungkinkan individu
membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang dihadapinya. Komunikasi juga yang memungkinkan manusia mempelajari dan menerapkan strategi-strategi adaptif untuk mengatasi problematika.

Tanpa berkomunikasi, manusia tidak akan tahu bagaimana makan, minum, berbicara sebagai manusia dan memperlakukan manusia lain secara beradab, karena perilakuperilaku tersebut dipelajari lewat pengasuhan keluarga dan pergaulan dengan orang lain, yang intinya adalah komunikasi.

Komunikasi dan Perkembangan Peradaban Masyarakat
Jika dilihat dari sejarah perkembangan masyarakat manusia, bentuk masyarakat berubah seiring penemuan tehnologi, terlebih lagi tehnologi komunikasi.
Perkembangan peradaban umat manusia pun bisa dikatakan dimotori oleh proses komunikasi sosial dan tehnologi komunikasi.

Komunikasi Sebagai Sarana Interaksi Sosial
Dengan komunikasi, manusia melakukan berbagai penyesuaian diri yang diperlukan, memenuhi berbagai kebutuhan dan tuntutan yang ada sehingga masyarakat manusia tidak tercerai-berai.
Melalui komunikasi pula manusia mempertahankan institusi-institusi sosial berikut segenap nilai dan perilaku, tidak hanya dari hari ke hari, tetapi juga dari generasi ke generasi.

Dokumenter PART 1

Tahun 1922 Vertov menampilkan manifestasinya dengan sebutan Kino Pravda (Film Kebenaran). Dalam kesempatan ini, Vertov menyatakan dalam teorinya bahwa : “kamera merupakan mata film, dan film dokumenter bukan menceritakan suatu realitas objektif, melainkan suatu realita berdasarkan apa yang terlihat dan terekam oleh kamera , sebagai mata film.”
Karya film dokumenter Vertov lebih bersifat dokumenter propaganda, yang ditujukan bagi kepentingan penguasa komunis Uni Soviet.

Dokumenter
Fakta yang berdasarkan bukti-bukti dokumenter, catatan tertulis, sumber pelengkap, wawancara kontemporer, dan sejenisnya.
Cinema Varite & Direct Cinema
Salah satu teori yang berkembang sebagai ide dasar film dokumenter yang betul-betul berlandaskan realita, ialah cinema varite’ini. Biasa juga disebut sebagai Spontaneous Cinema, atau oleh Inggris dan Amerika disebut direct Cinema.

Macam-macam Dokumenter
1. Potret (Biografi)
2. Sejarah
3. Perbandingan
4. Kontradiksi
5. Laporan Perjalanan (Travel
6. Ilmu Pengetahuan (edukasi & Instruksional)
7. Nostalgia
8. Reskontruksi
9. Investigasi
10. Assosiation Picture Story
11. Doku Drama (Dokumenter Drama)
12. Diary (Buku Harian)
13. Reportase

Proses Pembuatan
1. Direncanakan
2. Tidak Direncanakan
3. Tidak Sengaja Direncanakan

PERBEDAAN DOKUMENTER DAN FEATURE
“ Jika seorang produser menyiapkan data-data yang benar, menyeluruh, dan tidak memihak tentang sesuatu hal atau seseorang, itulah dokumenter”
“ Jika dia tidak terlalu terikat pada kebenaran dan tujuan awalnya adalah mempengaruhi imajinasi seseorang,
walaupun berdasarkan fakta, ini adalah feature”

DOKUMENTER PADA TELEVISI
Secara umum cerita non fiksi dalam format siaran televisi, merupakan gaya bertutur jurnalistik yang dibagi dalam 5 kategori :
1. Berita Aktual (Reportase)
2. Feature
3. Magazine
4. Dokumenter Televisi
5. Dokumenter Seri

Berita Aktual (Reportase)
Bentuk ini dipakai dalam laporan berita report/news. Sebagai contoh pada acara siaran televisi swasta, Liputan 6, Cakrawala, Seputar Indonesia, dsbnya. Dimana ditayangkan sejumlah reportase dokumenter berdurasi pendek dari beberapa peristiwa.

Feature
Suatu bentuk dokumenter berita yang menyuguhkan suatu tema/topik tertentu, dengan mengadakan wawancara, dilengkapi dengan komentar atau narasi. Contoh : Liputas Khusus

MAGAZINE
Ini merupakan suatu paket berita pada acara televisi, yang menyuguhkan minimal 3 tema/topik. Magazine atau biasanya disebut majalah udara pada radio,adalah gabungan uraian fakta dan opini, yang dirangkai dalam satu mata acara.
Contoh : Spektrum di TVRI, Horrison di Indosiar

DOKUMENTER TV
Suatu tema / topik tertentu, disuguhkan dengan gaya bercerita sesuai dengan keinginan pembuatnnya. Memakai narasi dan ilustrasi musik sebagai penunjang gambar visual picture story. Perbedaan dokumenter dan reportase ialah dokumenter menampilkan suatu peristiwa tidak secara garis besarnya saja, seperti gaya reportase. Dokumenter Televisi memiliki nuansa serta orientasi luas, dari mulai sebab sampai akibat, serta proses kejadian atau peristiwa dari tema tersebut sampai hal ini sama dengan dokumenter film.

DOKUMENTER SERI
Suatu penyuntingan dokumenter berdurasi panjang, dibagi dalam beberapa sub tema atau episode. Didalam dokumenter seri sebuah tema disuguhkan dengan memakai gaya bertutur suatu perbandingan atau konradiksi. Contoh : tema ‘kriminalitas’, dalam setiap seri diambil kasus-kasus kriminalitas dari beberapa daerah atau negara.

TAHAP AWAL PRODUKSI DOKUMENTER DAN RANCANGAN PENULISAN

IDE
Ide untuk dokumenter diperoleh dari apa yang kita dengar dan lihat, bukan berdasarkan kahayalan atau ide imajinatif. Rasa ingin tahu yang besar merupakan sumber ide yang tak akan ada habisnya. Akan tetapi untuk mendapatkan ide bagus tidak cukup hanya dari mendengar dan melihat saja. Karena tidak semua peristiwa penting dapat diangkat menjadi topik atau tema bagi sebuah produksi dokumenter.
“Daya kreatifitas yang tinggi, diimbangi dengan kepekaan sosial dan kultural, merupakan titik tolak membuat dokumenter yang menarik.”

KERANGKA KERJA
Pada umumnya dengan treatment sudah dapat berproduksi, skenario baru ditulis ketika proses editing, serta untuk kebutuhan mixing suara dan gambar. Tetapi bagi beberapa dokumenter seperti potret, ilmu pengetahuan, sejarah, skenario harus disiapkan.Fungsi arti treatment dan skenario dapat dibedakan. Treatment berfungsi memberikan gambaran serta informasi tentang apa yang akan diketengahkan. Sedangkan skenario merupakan gambaran visual tentang bagaimana dokumenter tersebut akan digarap atau dikemas.
Beberapa tahapan pada pra produksi
• Ide dasar
• Riset (pengumpulan data)
• Hunting (pengamatan lokasi dan seleksi tokoh)
• Sinopsis
• Proposal (sinopsis, budget, jadwal produksi)
• Check and re-check (data / informasi)
• Treatment (out – line)
• Rancangan Skenario (tidak harus)

RISET
Pengertian riset adalah pengumpulan informasi untuk bahan penulisan, dan kadang diperlukan metode kerja jurnalistik. Penulis dan sutradara perlu terjun langsung dalam riset pengumpulan data/informasi.
Dalam hasil riset kita mendapat suatu kerangka global mengenai tujuan penuturan serta subjek yang akan dipakai. Bagi penulis dan sutradara dengan demikian dapat mengetahui dengan pasti :
1. Mana Informasi penting dan yang kurang penting
2. Bagian informasi mana yang perlu diperdalam / diperluas lagi.
3. Pada bagian mana dan dimana, sebab dan akibat dari peristiwa, dapat dipakai sebagai penunjang unsur dramatik dan ketegangan.
4. Mana bagian utama dan mana sebagai pelengkap, untuk memberikan arti atau unsur penting bagi produksi nanti.
5. Sutradara dapat mengetahui materi apa saja yang diperlukan, untuk melengkapi visual, yang tak ditemui dilokasi peristiwa . Misalnya pengumpulan bahan-bahan dari museum atau arsip foto/film/film/video

RANCANGAN PENULISAN
Melakukan penulisan hingga penyusunan visual dengan suara/teks, harus diperhatikan agar keduanya tidak mengambang, serta tumpang tindih. Selain itu perhatikan agar tidak terjadi pengulangan informasi visual, yang akibatnya menjadikan narasi atau wawancara kehilangan motivasi untuk menunjang gambar yang ada.
Apabila membuat dokumenter kebudayaan mengenai kehidupan sebuah suku atau kelompok masyarakat di suatu daerah. Maka perlu pada bagian awal atau intro, di informasikan mengenai letak geografis dari subjek tersebut.
Hal awal yang perlu pula diperhatikan ketika kita memulai menulis ialah : apakah gaya bahasa atau tulisan yang akan dituang didalam skenario bersifat format/serius, semi serius, santai humoris ? Semua ini dapat ditentukan setelah kita mengetahui kelompok sasaran dari dokumenter ini, serta bentuk atau gaya bercerita yang akan kita pakai.
Pada penulisan skenario, kita perlu pula memperhatikan penyusunan kalimat, jangan terlalu bertele-tele. Kalimat harus singkat , jelas, tanpa terlalu banyak menggunakan kasa sambung yang, dengan, lalu, dan. Demikian pula apabila kita mengadakan wawancara, ada orang yang biasa memberikan jawaban sangat singkat, dan ada juga yang
kepanjangan.
Dokumenter televisi lebih banyak menggunakan informasi verbal, dibanding dokumenter film. Hal ini disebabkan, kapasitas informasi visual layar televisi, lebih kecil dibanding layar bioskop.
PERKEMBANGAN DAN KONFLIK
Salah satu unsur mutlak dari dokumenter ialah, perkembangan dan perubahan dari fakta-fakta harus ada, jangan terlalu lama berdiam pada sebuah situasi yang statis, ini akan membosankan penonton. Kadang penjabaran sebuah informasi secara detail butuh prioritas. Maka disini kita dituntut untuk kreatif menciptakan suatu perkembangan adegan sesuai tuntutan periode dari kronologis cerita itu.
Proses perubahan atau perkembangan dapat bersifat Waktu (mis, perubahan musim, dari kemarau ke musim hujan, musim tanam dan musim menuai bagi petani, dsb).
Bersifat Fisik (mis, mendapat rumah, pekerjaan baru atau melakukan perjalanan baru).
Bersifat psikologis (mis, narapidana mendapat kebebasan, seorang anak yang baru bekerja dan menikmati gaji pertamanya, atau seorang dewasa yang baru mulai belajar/menulis.)